Rabu, 01 Februari 2012

Waspada Bahan Tambahan Makanan Produk Kemasan

で掲示 (post by :D) ♔AN 11.25
Reaksi: 
LOve
Perkembangan teknologi pengolahan makanan yang demikian pesat memberikan manfaat yang cukup berarti dalam menyediakan produk-produk makanan yang lebih baik. Baik dari segi daya tahannya yang lebih lama, penampilannya yang lebih menarik, serta aromanya yang lebih memikat rasa.
Melalui teknologi pangan kita juga dapat mengetahui berbagai kandungan gizi yang yang terdapat dalam makanan, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Dengan teknologi ini pula industri makanan menghasilkan beragam produk instan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kehidupan modern yang sangat dinamis, mendorong kita untuk mendapatkan makanan secara cepat tanpa repot harus memasak atau mengolahnya terlebih dahulu. Berbagai produk makanan dan minuman kemasan maupun olahan pun membanjiri mall, pasar swalayan, supermarket, hingga toko kelontong.
Tuntutan Pasar

Agar berbagai produk makanan olahan awet dan selalu tersedia tanpa tergantung musim, industri dan produsen makanan umumnya memberikan Bahan Tambahan Makanan. Selain berfungsi sebagai pengawet, bahan tambahan ini juga berguna untuk membuat tampilan lebih menarik, warna lebih cerah, dan memberikan aroma yang lebih bercita rasa.
Namun mengkonsumsi produk-produk kemasan maupun olahan bukannya tanpa resiko. Apalagi kalau konsumsi itu dilakukan terus menerus dalam rentang waktu yang lama, dapat memberikan dampak merugikan bagi kesehatan.
Banyak penelitian yang menemukan  hubungan yang signifikan antara konsumsi produk kemasan dengan banyaknya jenis penyakit modern, seperti kanker, jantung, dan berbagai jenis penyakit degeneratif lainnya.
Jenis Bahan
Berikut beberapa jenis bahan tambahan makanan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman kemasan yang perlu diwaspadai.
Sakarin 
Bahan yang banyak digunakan pada makanan dan minuman olahan sebagai penambah cita rasa ini diketahui bersifat racun ketika diujicoba pada hewan yang sedang hamil. 
Monosodium glutamat (MSG) 
Bahan ini sering digunakan pada bumbu masak untuk menambah aroma dan rasa masakan. Ketika diujicoba pada hewan percobaan memang tidak ditemukan adanya efek dari penggunaan bahan ini, kecuali pada anak ayam dan tikus percobaan yang terjadi adanya kecacatan. 
Sulfit
Bahan yang banyak digunakan sebagai pengawet makanan ini diketahui membawa efek gatal-gatal, sesak nafas, dan menimbulkan pembengkakan pada penderita asma.
BHA dan BHT 
Bahan pengawet makanan ini diketahui tidak baik bagi orang-orang yang mempunyai alergi terhadap aspirin karena dapat menimbulkan terjadinya penyimpangan kromosom sel.
Zat nitrit dan nitrat 
Bahan tambahan makanan ini sangat berbahaya bila langsung masuk ke dalam tubuh, seperti kasus banyaknya orang meninggal pada tahun 1990 akibat keracunan biskuit yang mengandung bahan natrium nitrat. Bahan ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pengawet pada daging.




0 komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 01 Februari 2012

Waspada Bahan Tambahan Makanan Produk Kemasan


LOve
Perkembangan teknologi pengolahan makanan yang demikian pesat memberikan manfaat yang cukup berarti dalam menyediakan produk-produk makanan yang lebih baik. Baik dari segi daya tahannya yang lebih lama, penampilannya yang lebih menarik, serta aromanya yang lebih memikat rasa.
Melalui teknologi pangan kita juga dapat mengetahui berbagai kandungan gizi yang yang terdapat dalam makanan, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Dengan teknologi ini pula industri makanan menghasilkan beragam produk instan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kehidupan modern yang sangat dinamis, mendorong kita untuk mendapatkan makanan secara cepat tanpa repot harus memasak atau mengolahnya terlebih dahulu. Berbagai produk makanan dan minuman kemasan maupun olahan pun membanjiri mall, pasar swalayan, supermarket, hingga toko kelontong.
Tuntutan Pasar

Agar berbagai produk makanan olahan awet dan selalu tersedia tanpa tergantung musim, industri dan produsen makanan umumnya memberikan Bahan Tambahan Makanan. Selain berfungsi sebagai pengawet, bahan tambahan ini juga berguna untuk membuat tampilan lebih menarik, warna lebih cerah, dan memberikan aroma yang lebih bercita rasa.
Namun mengkonsumsi produk-produk kemasan maupun olahan bukannya tanpa resiko. Apalagi kalau konsumsi itu dilakukan terus menerus dalam rentang waktu yang lama, dapat memberikan dampak merugikan bagi kesehatan.
Banyak penelitian yang menemukan  hubungan yang signifikan antara konsumsi produk kemasan dengan banyaknya jenis penyakit modern, seperti kanker, jantung, dan berbagai jenis penyakit degeneratif lainnya.
Jenis Bahan
Berikut beberapa jenis bahan tambahan makanan yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman kemasan yang perlu diwaspadai.
Sakarin 
Bahan yang banyak digunakan pada makanan dan minuman olahan sebagai penambah cita rasa ini diketahui bersifat racun ketika diujicoba pada hewan yang sedang hamil. 
Monosodium glutamat (MSG) 
Bahan ini sering digunakan pada bumbu masak untuk menambah aroma dan rasa masakan. Ketika diujicoba pada hewan percobaan memang tidak ditemukan adanya efek dari penggunaan bahan ini, kecuali pada anak ayam dan tikus percobaan yang terjadi adanya kecacatan. 
Sulfit
Bahan yang banyak digunakan sebagai pengawet makanan ini diketahui membawa efek gatal-gatal, sesak nafas, dan menimbulkan pembengkakan pada penderita asma.
BHA dan BHT 
Bahan pengawet makanan ini diketahui tidak baik bagi orang-orang yang mempunyai alergi terhadap aspirin karena dapat menimbulkan terjadinya penyimpangan kromosom sel.
Zat nitrit dan nitrat 
Bahan tambahan makanan ini sangat berbahaya bila langsung masuk ke dalam tubuh, seperti kasus banyaknya orang meninggal pada tahun 1990 akibat keracunan biskuit yang mengandung bahan natrium nitrat. Bahan ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pengawet pada daging.




0 komentar on "Waspada Bahan Tambahan Makanan Produk Kemasan"

Poskan Komentar

 

tinta Ms.An,, Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting