Rabu, 07 Desember 2011

Cerpen Cinta :(

で掲示 (post by :D) ♔AN 17.48
Reaksi: 
HATI YANG TERJATUH

Banyak orang mengeluh tentang hujan, tetapi bagiku hujan itu sungguh sebuah anugrah yang indah. Aku termenung dalam indahnya instrument lagu ost. Endless love yang begitu membuatku melayang. Aku berpikir tentang seorang pangeran yang suatu saat akan datang membawa  kebahagiaan untukku. Aku begitu kesepian dan menyedihkan. Aku merasa hidupku begitu kosong. Walaupun aku selalu terlihat ceria didepan teman-temanku, tapi sebenarnya tidak.
 “hey Din, ngapain kamu ngelamun siang bolong begini, terdengar ucapan sahabatku yang bernama Chika dengan suaranya yang tegas.  Aku sungguh terkejut dan dengan spontan berdiri tegap.
“Aduh Chika  sih bibik sayur, loh ngancurin khayalan gue tau ngak?, kataku dengan nada sok judes”. Diapun tertawa melihat tingkah lakuku yang terlalu terkejut dan akupun ikut tertawa.

Pettt,, pettt,, bunyi bel tanda masuk berbunyi.
 “Aduh,, males sekolah, ucapaku dengan nada sedikit merenggek. “Hei,,Andin Prinkle Taries, jangan mau jadi orang yang pemalas, “ Kata buk Hurbeth, orang yang pemalas nanti suaminya berewokkan, ucapnya dengan nada sedikit  menceramahi.” Akupun menghela napas sesekali, huff. Kamipun pergi kesekolah seperti biasa dan langsung menuju ke zona pembersihan kelasnya masing-masing.

Siaaaapppp… grak, suara pemimpin apel yang sok tegas terdengar ditelingaku. Seperti biasa, apel selalu di pagi hari, kecuali hari sabtu. Karna dihari sabtu itu tidak ada jadwal sekolah hanya paskibra untuk kelas  10 dan 11. Tetapi aku masih kelas 11, so,,, harus ikud dech L .
Wahh,, nanti  ada Kemah Penggalang  ya di Tirina, kataku. Lalu Chikapun melirik kearahku dan berkata “ iya”, dengan jawaban yang singkat,jelas dan padat. “ ohh,, “, akupun berkata dengan warna muka merona.

“Ehmm,,
“Males banget gue belajar chik, “kataku seraya membubarkan konsentrasi Chika yang sedang membuat cerpen.
“Gue aja males Din, lebih baik gue lanjutin cerpen gue , Chikapun berkata dengan penuh konsentrasi. “Tok.. tok.. (bunyi pintu yang diketuk) permisi buk, saya disuruh oleh pak Letto untuk memanggil Andin dan Chika,kata seorang laki-laki yang sering dipanggil Duhra itu.



“Yeahh,, thanks ya Duhra,berkat kamu kami bisa terlepas dari pelajarand yang membosankan itu,”kataku seraya menoleh ke Chika untuk meminta respon dan Chikapun tersenyum.Ternyata tidak hanya kami saja yang dipanggil, tetapi ada 10 putri dan 10 putra. Hai Hana, kamu dipanggil juga ya? BTW kita disini ngapin ya? Aku bingung nih?,aku melontarkan pertanyaan sekaligus. Din, panjang banget sih pertanyaannya, kira-kira doonk kalau mau nanya, kan ribet aku mau jawabnya, ketus Hana sedikit kesal. Akupun tersenyum dan akhirnya Hana menjawab semua pertanyaanku.
“Assalamualaikum,,Baiklah anak-anak, Bapak mengumpulkan kalian disini karna kalian yang terpilih untuk mewakili sekolah kita menjadi panitia di Perkemahan Penggalang. Kamipun tersenyum lebar, tetapi pak letto langsung memingkem bibir kami dengan suaranya yang tiba-tiba, hei, anak-anak jangan terlalu senang dengan ini semua, ini adalah tugas untuk kalian, jadi jangan tugas ini dibuat menjadi ajang kalian berwisata”.
Kamipun menjawab dengan serentak dan begitu kompak,” Siappp pak,” lalu kamipun tersenyum kembali dan keluar menuju kelas masing-masing.

Tanggal 9 November kamipun pergi kedunia perkemahan Penggalang . Ternyata bukan hanya kami yang dari  Cikarang, tapi ada juga SMA negeri 5 Cikarang yang berkemah di samping tenda kami. Aduhh,, Capek banget nih Tar, kataku dengan nada yang begitu lemas.
 “Iya din,capek banget,kata Tari sih anak jawa yang lembut itu.
Hari yg keempat, kami mendapat tugas untuk menjaga keamanan di sekitar penjelasan tentang narkoba yang terletak didekat sebuah danau. Kami sangat boring disana dan kami memutuskan untuk pergi melihat-lihat danau tersebut. Ternyata danau tersebut merupakan wisata bermain skyair, bebek air, dan perahu keliling.
“Ahh, aku ingin main bebek-bebekan juga,kataku kesal seraya melihat Rei dan Jason. Akupun berteriak kepada teman-teman yang ada disana.
“ Heii, siapa yang mau naik bebek-bebekan denganku?
“Aku saja kak, terdengar suara laki-laki yang biasa disapa Dinan yang umurnya 1 tahun lebih muda dariku.
“Okeh, kataku langsung berlari dan naik kebebek-bebekan itu. Akupun naik berdua dengannya.
 Aduh,, akukan pakai rok, gimana mau mengemudiin nih bebek, ngak mungkinkan Dinan sendirian, resahku dalam hati. Tapi akupun masih tetap mengemudikan bagianku. Tiba-tiba aku mendengar suara yang lembut berbicara padaku,
“Kak, kakak ngak apa-apa kok kalau ngak bisa mengemudiinnya, biar Dinan saja. Akupun langsung berpaling kehadapannya dan melihat tatapan matanya yang sungguh ikhlas dan mempesona. Aku langsung mengangguk dan menunduk sambil tersipu malu. Kami berkeliling danau sambil bercerita., ini adalah hari yang sangat menyenangkan untukku. Tiba—tiba terdengar suara terompet yang membuyarkan cerita kami.
Ternyata itu tanda waktu bebek-bebekannya habis. Kok cepat banget sih selesainya, gerutuku dalam hati. Aku merasa ada kecocokan diantara kami dan aku tak ingin waktu ini berlalu. Kamipun segera menepi dan turun dari bebek itu.
“ Hei din, sudah naik bebek-bebekannya?” Kata Chika dengan nada yang sedikit mengejek,
“Iya donk, itu sangat romantic, “kataku
“Ehmm,,, kok aku mencium bau virus pink nieh,” Tanya Chika.
“Ehmm,, kok aku ngak tercium ya? Dimana tuh baunya? ,” jawabku tak tau.
Setelah itu aku langung pergi dan diiringi oleh Chika.

Hari ke7 di Perkemahan,,
Hore,, akhirnya kita pulang juga, kataku kepada Chika yang berdiri tepat disampingku.
“Iya,  aku sudah bosan disini,“kata Chika menjawab pertanyaanku.
“Ngak juga kok, aku suka disini. Banyak hal yang sungguh romantis dan indah,ucapku  sambil menerawang ke masa lalu.
“Aduh, memang loe ya din, pasti adik itu lagi yang loh pikirin, ucap Chika lirih.
“Ngak kok, siapa juga yang mikirin Dinan. Males banget , kataku sedikit kesal.
“Ehh, ngak usah bohong dech loe, udah ketauan kok., ucap Chika.
setelah berapa lama, tanpa terasa mobil yang kami tumpangi telah tiba di gerbang sekolah.
kamipun turun dengan tersengat sinar mata hari yang sangat bergairah. Setelah itu kami langsung menuju ke asrama khusus putri, mandi dan langsung tidur.





“Ahh,, akhirnya bisa tidur juga, hai kasur, kataku lega  seraya menarik selimut.
Kamipun tertidur dengan pulas. Lelah sungguh terasa menusuk tulang kami.

Keesokan harinya, kegiatan kami kembali seperti awal. Yaitu BERSEKOLAH.
“Ahh, males banget kesekolah,capek banget, keluh Chika.
“sabar Chik, kitakand ngak bisa ninggalin tugas kita, jelasku.
“iy  din, tapikan capek banget, Chika masih menggeluh.
“ya sudah kamu duduk aja disana, biar aku saja yang menyapu, kataku langsung mengambil sapu dari tangan Chika.

“Heii, nak yang memegang sekop kemari , tolong bantu kakak itu ya, kata pak Budi.
Pak Budi Setyodiningrat yang sering disapa pak Budi ini adalah guru yang sangat baik dan sopan. Selain itu, pak Budi termasuk kategori guru paling rajin disekolah.

“iy pak, sahut seorang anak laki-laki itu.
“Sini kak, biar aku bantu, tiba-tiba aku mendengar suara yang tak asimg lagi diteligaku. Suara yang pernah membuat jantungku berdetak sangat cepat.Suara yang begitu sopan dan merdu. Akupun berbalik dan benar seperti tebakanku, dia adalah Dinan seorang laki-laki yang membuatku merasa nyaman.
Dengan tingkah yang gugup dan kaku, aku mengangguk mengiyakan kebaikannya.
Kami melanjutkan pembersihan, dan dia bertanya padaku
“Gimana kabarnya kak?
“Alhamdulillah baik Nan, kamu?
“Alhamdulillah baik juga kak, ucapnya seraya tersenyum denganku.
senyumnya membuatku seperti mendaki gunung Himalaya dan berdiri dipuncaknya sambil berteriak sekuat-kuatnya I LOVE YOU.


selanjutnya,,
“Hari yang sungguh indah sekali, ucapku kepada Chika.
“Ngaak ah, hari ini hari yang paling apes menurutku, aku sudah diocehin sama buk Fitri gara-gara ngak buat tugas dan setelah itu ditabrak oleh junior lagi, eh juniornya ngak minta maaf sama gue, sakit hati tingkat tinggi nih gue, jelas Chika dengan emosi yang sebentar lagi meledak.
“sabar Chik, mungkin nanti Allah SWT akan memmbalasnya, aminnn.
“aduh, kumat deh udstazahnya,, sindir Chika.
“hahaha, gue bahagia banget hari ini Chik, pembersihan tadi, aku hanya berdua bersama Dinan,
ohh my god, so sweet, kataku dengan nada yang sungguh melebay.
“Oh, gitu ya, ucap Chika lirih.
Kamipun langsung menuju kekelas dan pada pukul 13.10 terdengar musik Barat yang berjudul Run dari The Cross yang menandakan waktu belajar mengajar telah habis.




“Tiannnnnnnnnnnnnnnnnnnn,,, kubunuh loe, ucapku penuh api.
“hahaha, kasihan deh loe Din, rasain tuh, ucapnya sambil mengejekku.

Nama lengkapnya Tian Brilea Putri. Tian adalah sahabatku di Jahil Fumz juga. Dia adalah anak yang baik, lugu, dan so pasti jahilnya ada donk.

“huhh huhh, Tian tunggu, capek banget nih, please,” kataku ingin menjebak Tian untuk mendekat padaku dan membalas sakit kepalaku akibat rambutku yang disengaja di tariknya.
“Gue ngak mau, loe pasti berekting aja Din, gue itu tau loe pinter acting, ucapnya dengan jelas.
aduhh,, dia tau lagi, gimana gue mau balas dendam nih? Lirihku dalam hati.
“Please ian, capek banget nih, perut gue juga sakit, kepala gue juga , renggekku.
“Jangan bohong deh Din, bohong itu dosa, ucap Tian.
“gue ngak bohong, tolongin gue ian , dengan nada merintih.
“okeh gue tolongin, ucap Tian dengan nada tidak ikhlas.
akhirnya, ucapku dalam hati.

“awww,,, sakit Din, lepasin rambut  gue, ucap Tian merengek”.
“hahah rasain tuh, akhirnya acting gue ngak sia-sia, ucapku membanggakan diri”.
akupun langsung pergi meninggalkan Tian yang masih mengosok-gosok kepalanya yang sakkit karnaku tarik.



“Aww, aduh, kakiku kenapa ni? Sakit banget, ucapku”.
“ada apa kak? Kakinya kenapa? Perlu bantuan?, ucap Dinan”.
“Gaswat, gue lagi begini, ketemu dengan dia, malu, ucapku dalam hati”.

“Oh, ngak apa-apa kok Nan, kaki kakak hanya terkilir aja”.
“hati-hati kak, itu ngak bisa dibiarin, sini biar Dinan bawa kakak ke UKS, biar diobatin”.
“oh, ngak usah Nan, terima kasih atas tawarannya.
“Ngak apa-apa kak, nanti kaki kakak jadi bengkak da”n ngak bisa jalan, sekarang aja kaki kakak sulit untuk jalankan?”
“iya sih Nan, tapi kakak ngak enak”.
“ngak enak kenapa kak? “
“nanti ngerepotin Nan”.
“ngak kok kak, tenang aja. DInan ngak merasa direpotin kok, malahan senang bissa bantu kakak, ucap Dinan tersenyum”.

Hari ini sungguh membahagiakan untukku, aku berdua bersama orang yang kucintai. Dirangkul , diobatin, itu hal yang sangat aku tunggu. Ya Allah, terima kasih engkau telah membuat kaki saya terkilir, walaupun sakit tapi tidak apa-apa,syukurku dalam hati.

kamipun berbincang-bincang selama Dinan mengobati kakiku. Semenjak itu kami jadi tambah dekat.
Apakah Dianan tau isi hatiku? Apakah perasaannya sama denganku? Apakh aku bisa bersamanya?, pertanyaaan itu selalu mengisi hari-hariku.

“Din,loe udah tau berita baru belum?” Tanya Tian.
“Belum, memangnya berita apa?”
“Ya ampun, kamu belum tau ya?”
“apaan sih”?
“Adik yang loe suka itu pacaran dengan Pini”.
“Maksud loe Dinan dan Pini pacaran?”.
“iya.”
“ouh,, kataku dengan nada tak bersemangat dan langsung pergi meninggalkan Tian.
“Din,, Dinn,, loe mw kemana,” teriak Tian memanggilku, tapi aku tidak menghiraukannya. 

Sakit, sungguh terasa di benakku, rasa menusuk yang sungguh membuatku tak bisa melakukan apapun.
Air mata ini menetes seperti hujan yang akan deras. Perasaan yang hancur sungguh membuatku ingin sekali menampar dan melempari mereka berdua dengan lumpur. Tapi apa dayaku, Dinan bukan siapa-siapaku, aku yang menggaguminya tapi dia tak menggagumiku. Sungguh perasaan yang sia-sia.
“tokk,, tokk, tokk,, suara pintu kamarku yang diketuk.
“Din, kamu ngak makan apa? Tolong dibuka Din, kami mau masuk, “ucap Ririn yang juga salah satu personil kamar 57.
“Iya sebentar,” ucapku terisak-isak.
“Kamu kenapa Din? Apa karena berita yang barusan Tian katakan?, “Tanya Chika.
“Chik, dia sudah punya orang yang dia suka. Aku pikir dia suka padaku tapi ternyata dia ngak suka,” ucapku sambil menaggis dalam pelukan Chika.
“Sudah,, sudah, jangan dipikirin ya, Dinankan bukan siapa-siapa kamu, kamukan hanya penggemar rahasianya saja, mungkin nanti Allah akan memberikan kamu yang lebih dari dia,” jelas Chika.
“Sabar ya Chik, maafkan aku, aku ngak tau kalau kamu jadinya begini,” ucap Tian merasa bersalah.
“Ngak apa-apa kok Ian, aku seharusnya berterima kasih denganmu, kalau kamu ngak ngasih tau aku tadi, mungkin aja aku udah nembak dia dan mendapat malu yang sungguh luar biasa apalagi Pini itu yang selalu bersaing denganku dari kecil,” ucapku sambil diiringi air mata yang menetes.
“Kalau begitu, kita makan yuk nihkan udah sore,lagian kamukan belum makan dari tadi pagi,” ajak Ian.
“Iya Din, ayo donk,sahabatku satu inikan yang paling ceria, tunjukkan donk keceriaanmu,” ucap Chika sambil tersenyum.
“Okeh, lupakan Dinan,lupakan ,” ucapku sambil tersenyum.


Sungguh sang surya menampakkan pesonanya hari ini.
 “Din, loe ya yang jadi perwakilan kelas kita untuk ikut acara jadi princess SMAN 3,” seru Chika padaku setelah dia berkompromi bersama teman-teman.
“Ogah gue, titik , ketusku.
“Please Din, kan loe yang bisa, ayolah Din, bujuk Chika.
“Gue ngak mau Chik,
“Please Din, loe ngak kasian apa sama teman-teman yang lain, mereka semua  mengharapkan kamu.
“Tapi Chik, gue ngak bisa, loe tau sendirikan gue baru habis sakit hati.
“Tapikan Din, kalau aja nanti loe bisa ketemu penggatinya Dinan disana. Ayolah Din. Please,,
“Ehmm,,, Okeh, gue mau, tapi loe nanti teraktir gue makan pizza and es mangga. DEAL, tanyaku”.
“DEAL, sahut Chika penuh kegembiraan”.


Saat Lomba, digedung Serbaguna pukul 10.00 WIB.

“Din, semangat ya, ucap Chika.
“Iya Chik, gue semangat hanya untuk loe, ketusku.
“Kok loe ketus banget sih Din, senyum donk. Biar manisnya kelihatan, ucap Chika.
“Iya Chik, gue semangat.

“Baiklah anank-anak sekalian, kita hari ini mengadakan pemilihan Princess and Prince SMAN 3, ucap pak Tono guru kesenian itu”.
“Hore,, ,,,,,,,,,,,, teriakkan siswa-siswa SMAN 3 menggelegarkan gedung itu”.

Baiklah segera kita saksikan Princess SMAN 3, teriak pak tono.
Yang pertama :
1. Tanti Kurianti dari kelas XI IPA 2                                            1. Harry Tartonio dari kelas X.4
2.Putri Blengkis Tringki darti kelas  x.4                                     2. Yayan Wrinlaters dari kelas XI IPS 1
3.Wiwin Strangkles dari kelas X.2                                              3. Rio Orion Deliontrik dari kelas XI IPS 2
4.Sintia Nanik kitena dari kelas XI IPS 2                                   4. Delon Kazuya dari kelas X.2
5. Trianti Jonlian dari kelas XI IPA 1                                           5. Yuan Pratama dari kelas  X.1
6. Sari Rosiani Yolanda dari kelas X.3        `                               6. Wahyu dwi kosto XI IPA 1
7. Andin Prinkle Taries dari kelas XI IPS 1                                                7. Dinan Yusuf  X.3
8.Lala Lupionna dari kelas X.1                                                      8. Rizal Waryono XI IPA 3
9. Sasi Watson Krible dari kelas XI IPA 3                                  9. Satria Nawton XI IPA 2
10. Priskia Naitatum dari kelas X.5                                             10. Willy Rizky Nathan X.5

Inilah nama-nama Princess kita tahun ini. Bagi yang ingin mendukung mereka segera kirim SMS sebanyak-banyaknya. Dengan cara  Ketik nama yang kamu pilih  spasi  perwakilan dari kelas berapa lalu  kirim ke 5757 sekarang juga, pengiriman di tutup pukul 12.00 siang ini, ucap pak tono yang juga sekaligus Mc itu.



Waktu terus berlangsung seiring lomba, hatipun sungguh berdetak sungguh kencang. Penggumuman yang akan diucapkan terasa ingin membunuh angin.

“Yahh,, inilah saat yang paling kita tunggu yaitu Grand Final. Pasangan yang pertama kita adalah Sasi Watson Krible dan Willy Rizky Nathan dan yang kedua adalah Putri Blengkis Tringki dan Satria Nawton  pasangan kita yang terakhir adalah Andin Prinkles Taries dan Dinan Yusuf, kepada semua pasangan segera ke atas panggung dengan pasangannya masing-masing, ucap pak Tono.”

“Din, din,, selamat ya, kamu pasangan sama DInan, ucap Chika bahagia.”
“Din, kamu kenapa, ucap Chika lanjut”.
“Ngak apa-apa kok Chik, aku hanya terkejut aja. Kok bisa ya?, tanyaku binggung.
Jodoh mungkin, Ucap Chika”.

Dinanpun pergi menuju ke kursi tempayku duduk, dia memperlakukanku seperti seorang putri yang sedang dilamar oleh seorang pangeran yang sangat diimpikannya.

“Kak Andin Prinkles Taries, maukah kakak pergi bersamaku menuju ke panggung, ucap Dinan”.
“Din, ayolah, katakan loe mau, saran Chika”.
“Din, ayolah, bujuk Tian”.
“Maaf ya Din, kakak ngak mau, lebih baik kita pergi sendiri-sendiri saja, maaf ya, ucapku dengan tegas walaupun dalam hati ingin sekali”.
“Oh, okeh kak, ngak apa-apa kok kak, ucap Dinan”.

Selama berjalan aku sungguh menyesal dengan perbuatanku. Aku begitu kesal karna dia telah punya pacar. Aku seharusnya memang tidak berhak  untuk marah kepadanya, tapi untuk menjauhi fitnah lebih baik aku melakukan hal seperti itu walaupun menyakitkan.

Baiklah, pemenang pasangan paling cocok dan romantic yang ketiga atas nama  Sasi Watson Krible dan Willy Rizky Nathan dan yang kedua atas nama Putri Blengkis Tringki dan Satria Nawton dan yang paling kita tunggu-tunggu pemenag yang pertama tentunya Andin Prinkles Taries dan Dinan Yusuf, ucap pak Tono. “Baiklah kepada saudara Dinan, apakah ada yang mau disampaikan, Tanya pak Tono”.
“Oh baiklah pak, saya hanya ingin mengungkapkan sesuatu yang sudah dari dulu tersimpn dihati saya.
Dia adalah seseorang yang membuat hati saya tidak bisa berpaling selama setahun ini. Hari-hariku lewati dengan mengingat mukanya yang tersenyum padaku sewaktu naik bebek-bebekan berdua. Aku sungguh menyayanginya, sungguh aku tak mencintai orang lain selain dia. Orang itu adalah Kak Andin Prinkles Taries”.
“Kak, Dinan sejak pertama sudah menyukai kakak, tapi maaf Dinan baru bisa mengungkapkannya sekarang, Dinan sungguh mencintai Kakak. Apakah kakak perasaan kakak juga sama? Tanya Dinan”.

“Din, cepatan jawabnya, jangan lama-lama, loe juga sukakan dengan dia, ucap Chika”.
“Din, loe kenapa? Din bangun, kata Tian”. Praaakkkkk, terdengar suara tepisan.
“Awww,, sakit, gila loe Chik, sakit banget nieh,ucapku dengan nada tinggi”.
“Loe juga sih, gue panggil dari tadi ngak sadar-sadar juga, apa boleh buat, ucap Chika santai”.
“Ya, piker-pikir dulu donk, sakit tau, ucapku kesal.”
“Jadi gimana kak?, tanya Dinan”.
“Gimana apanya Din? Tanya Andin bingung”.
“Kakak, ngak dengar Dinan tadi ngomong?
“Ngak, kakak tadi pake headset, emangnya kamu ngomong apa?
“Okeh, dengerin baik-baik ya kak, KAK ANDIN I LOVE YOU SO MUCH ,teriak Dinan.


Aku terpaku tanpa mengucapkan satu katapun, aku merasa membeku dalam waktu yang sangat singkat,.

aku merasa ingin menanggis karna bahagia dan kesal, mengapa sih Dinan ngak ngungkapkannya dari dulu. Tapi ya sudahlah, Dinankan udah menggungkapkan semuanya, ucapku dalam hati.
Kak, gimana? Kakak mau ngak jadi pacar Dinan dan tentang gossip yang beredar bahwa Dinan sudah punya pacar, itu semua bohong kok kak? Ucap Dinan.

“Ehmm,, Maaf Nan, sudah ada yang mengisi hati kakak, ucapku”.
Dinanpun tertegun dan berkata, “oh, begitu kak, sudah ada ya, ucapnya kecewa dan melangkah pergi menuruni anak tangga panggung.
“Nan, tunggu, yang mengisi hati kakak itu adalah kamu, ucapku bahagia.
Dinanpun berbalik dan berlari menuju Andin.
“Benaran kak? Berarti kakak mau donk jadi pacarku?
“Iy Nan,
“Makasih kak,akhirnya perjuangan Dinan selama ini ngak percuma. Makasih ya kak,
Iya sama-sama Nan,ucapku penuh dengan keceriaan.”


,






0 komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 07 Desember 2011

Cerpen Cinta :(


HATI YANG TERJATUH

Banyak orang mengeluh tentang hujan, tetapi bagiku hujan itu sungguh sebuah anugrah yang indah. Aku termenung dalam indahnya instrument lagu ost. Endless love yang begitu membuatku melayang. Aku berpikir tentang seorang pangeran yang suatu saat akan datang membawa  kebahagiaan untukku. Aku begitu kesepian dan menyedihkan. Aku merasa hidupku begitu kosong. Walaupun aku selalu terlihat ceria didepan teman-temanku, tapi sebenarnya tidak.
 “hey Din, ngapain kamu ngelamun siang bolong begini, terdengar ucapan sahabatku yang bernama Chika dengan suaranya yang tegas.  Aku sungguh terkejut dan dengan spontan berdiri tegap.
“Aduh Chika  sih bibik sayur, loh ngancurin khayalan gue tau ngak?, kataku dengan nada sok judes”. Diapun tertawa melihat tingkah lakuku yang terlalu terkejut dan akupun ikut tertawa.

Pettt,, pettt,, bunyi bel tanda masuk berbunyi.
 “Aduh,, males sekolah, ucapaku dengan nada sedikit merenggek. “Hei,,Andin Prinkle Taries, jangan mau jadi orang yang pemalas, “ Kata buk Hurbeth, orang yang pemalas nanti suaminya berewokkan, ucapnya dengan nada sedikit  menceramahi.” Akupun menghela napas sesekali, huff. Kamipun pergi kesekolah seperti biasa dan langsung menuju ke zona pembersihan kelasnya masing-masing.

Siaaaapppp… grak, suara pemimpin apel yang sok tegas terdengar ditelingaku. Seperti biasa, apel selalu di pagi hari, kecuali hari sabtu. Karna dihari sabtu itu tidak ada jadwal sekolah hanya paskibra untuk kelas  10 dan 11. Tetapi aku masih kelas 11, so,,, harus ikud dech L .
Wahh,, nanti  ada Kemah Penggalang  ya di Tirina, kataku. Lalu Chikapun melirik kearahku dan berkata “ iya”, dengan jawaban yang singkat,jelas dan padat. “ ohh,, “, akupun berkata dengan warna muka merona.

“Ehmm,,
“Males banget gue belajar chik, “kataku seraya membubarkan konsentrasi Chika yang sedang membuat cerpen.
“Gue aja males Din, lebih baik gue lanjutin cerpen gue , Chikapun berkata dengan penuh konsentrasi. “Tok.. tok.. (bunyi pintu yang diketuk) permisi buk, saya disuruh oleh pak Letto untuk memanggil Andin dan Chika,kata seorang laki-laki yang sering dipanggil Duhra itu.



“Yeahh,, thanks ya Duhra,berkat kamu kami bisa terlepas dari pelajarand yang membosankan itu,”kataku seraya menoleh ke Chika untuk meminta respon dan Chikapun tersenyum.Ternyata tidak hanya kami saja yang dipanggil, tetapi ada 10 putri dan 10 putra. Hai Hana, kamu dipanggil juga ya? BTW kita disini ngapin ya? Aku bingung nih?,aku melontarkan pertanyaan sekaligus. Din, panjang banget sih pertanyaannya, kira-kira doonk kalau mau nanya, kan ribet aku mau jawabnya, ketus Hana sedikit kesal. Akupun tersenyum dan akhirnya Hana menjawab semua pertanyaanku.
“Assalamualaikum,,Baiklah anak-anak, Bapak mengumpulkan kalian disini karna kalian yang terpilih untuk mewakili sekolah kita menjadi panitia di Perkemahan Penggalang. Kamipun tersenyum lebar, tetapi pak letto langsung memingkem bibir kami dengan suaranya yang tiba-tiba, hei, anak-anak jangan terlalu senang dengan ini semua, ini adalah tugas untuk kalian, jadi jangan tugas ini dibuat menjadi ajang kalian berwisata”.
Kamipun menjawab dengan serentak dan begitu kompak,” Siappp pak,” lalu kamipun tersenyum kembali dan keluar menuju kelas masing-masing.

Tanggal 9 November kamipun pergi kedunia perkemahan Penggalang . Ternyata bukan hanya kami yang dari  Cikarang, tapi ada juga SMA negeri 5 Cikarang yang berkemah di samping tenda kami. Aduhh,, Capek banget nih Tar, kataku dengan nada yang begitu lemas.
 “Iya din,capek banget,kata Tari sih anak jawa yang lembut itu.
Hari yg keempat, kami mendapat tugas untuk menjaga keamanan di sekitar penjelasan tentang narkoba yang terletak didekat sebuah danau. Kami sangat boring disana dan kami memutuskan untuk pergi melihat-lihat danau tersebut. Ternyata danau tersebut merupakan wisata bermain skyair, bebek air, dan perahu keliling.
“Ahh, aku ingin main bebek-bebekan juga,kataku kesal seraya melihat Rei dan Jason. Akupun berteriak kepada teman-teman yang ada disana.
“ Heii, siapa yang mau naik bebek-bebekan denganku?
“Aku saja kak, terdengar suara laki-laki yang biasa disapa Dinan yang umurnya 1 tahun lebih muda dariku.
“Okeh, kataku langsung berlari dan naik kebebek-bebekan itu. Akupun naik berdua dengannya.
 Aduh,, akukan pakai rok, gimana mau mengemudiin nih bebek, ngak mungkinkan Dinan sendirian, resahku dalam hati. Tapi akupun masih tetap mengemudikan bagianku. Tiba-tiba aku mendengar suara yang lembut berbicara padaku,
“Kak, kakak ngak apa-apa kok kalau ngak bisa mengemudiinnya, biar Dinan saja. Akupun langsung berpaling kehadapannya dan melihat tatapan matanya yang sungguh ikhlas dan mempesona. Aku langsung mengangguk dan menunduk sambil tersipu malu. Kami berkeliling danau sambil bercerita., ini adalah hari yang sangat menyenangkan untukku. Tiba—tiba terdengar suara terompet yang membuyarkan cerita kami.
Ternyata itu tanda waktu bebek-bebekannya habis. Kok cepat banget sih selesainya, gerutuku dalam hati. Aku merasa ada kecocokan diantara kami dan aku tak ingin waktu ini berlalu. Kamipun segera menepi dan turun dari bebek itu.
“ Hei din, sudah naik bebek-bebekannya?” Kata Chika dengan nada yang sedikit mengejek,
“Iya donk, itu sangat romantic, “kataku
“Ehmm,,, kok aku mencium bau virus pink nieh,” Tanya Chika.
“Ehmm,, kok aku ngak tercium ya? Dimana tuh baunya? ,” jawabku tak tau.
Setelah itu aku langung pergi dan diiringi oleh Chika.

Hari ke7 di Perkemahan,,
Hore,, akhirnya kita pulang juga, kataku kepada Chika yang berdiri tepat disampingku.
“Iya,  aku sudah bosan disini,“kata Chika menjawab pertanyaanku.
“Ngak juga kok, aku suka disini. Banyak hal yang sungguh romantis dan indah,ucapku  sambil menerawang ke masa lalu.
“Aduh, memang loe ya din, pasti adik itu lagi yang loh pikirin, ucap Chika lirih.
“Ngak kok, siapa juga yang mikirin Dinan. Males banget , kataku sedikit kesal.
“Ehh, ngak usah bohong dech loe, udah ketauan kok., ucap Chika.
setelah berapa lama, tanpa terasa mobil yang kami tumpangi telah tiba di gerbang sekolah.
kamipun turun dengan tersengat sinar mata hari yang sangat bergairah. Setelah itu kami langsung menuju ke asrama khusus putri, mandi dan langsung tidur.





“Ahh,, akhirnya bisa tidur juga, hai kasur, kataku lega  seraya menarik selimut.
Kamipun tertidur dengan pulas. Lelah sungguh terasa menusuk tulang kami.

Keesokan harinya, kegiatan kami kembali seperti awal. Yaitu BERSEKOLAH.
“Ahh, males banget kesekolah,capek banget, keluh Chika.
“sabar Chik, kitakand ngak bisa ninggalin tugas kita, jelasku.
“iy  din, tapikan capek banget, Chika masih menggeluh.
“ya sudah kamu duduk aja disana, biar aku saja yang menyapu, kataku langsung mengambil sapu dari tangan Chika.

“Heii, nak yang memegang sekop kemari , tolong bantu kakak itu ya, kata pak Budi.
Pak Budi Setyodiningrat yang sering disapa pak Budi ini adalah guru yang sangat baik dan sopan. Selain itu, pak Budi termasuk kategori guru paling rajin disekolah.

“iy pak, sahut seorang anak laki-laki itu.
“Sini kak, biar aku bantu, tiba-tiba aku mendengar suara yang tak asimg lagi diteligaku. Suara yang pernah membuat jantungku berdetak sangat cepat.Suara yang begitu sopan dan merdu. Akupun berbalik dan benar seperti tebakanku, dia adalah Dinan seorang laki-laki yang membuatku merasa nyaman.
Dengan tingkah yang gugup dan kaku, aku mengangguk mengiyakan kebaikannya.
Kami melanjutkan pembersihan, dan dia bertanya padaku
“Gimana kabarnya kak?
“Alhamdulillah baik Nan, kamu?
“Alhamdulillah baik juga kak, ucapnya seraya tersenyum denganku.
senyumnya membuatku seperti mendaki gunung Himalaya dan berdiri dipuncaknya sambil berteriak sekuat-kuatnya I LOVE YOU.


selanjutnya,,
“Hari yang sungguh indah sekali, ucapku kepada Chika.
“Ngaak ah, hari ini hari yang paling apes menurutku, aku sudah diocehin sama buk Fitri gara-gara ngak buat tugas dan setelah itu ditabrak oleh junior lagi, eh juniornya ngak minta maaf sama gue, sakit hati tingkat tinggi nih gue, jelas Chika dengan emosi yang sebentar lagi meledak.
“sabar Chik, mungkin nanti Allah SWT akan memmbalasnya, aminnn.
“aduh, kumat deh udstazahnya,, sindir Chika.
“hahaha, gue bahagia banget hari ini Chik, pembersihan tadi, aku hanya berdua bersama Dinan,
ohh my god, so sweet, kataku dengan nada yang sungguh melebay.
“Oh, gitu ya, ucap Chika lirih.
Kamipun langsung menuju kekelas dan pada pukul 13.10 terdengar musik Barat yang berjudul Run dari The Cross yang menandakan waktu belajar mengajar telah habis.




“Tiannnnnnnnnnnnnnnnnnnn,,, kubunuh loe, ucapku penuh api.
“hahaha, kasihan deh loe Din, rasain tuh, ucapnya sambil mengejekku.

Nama lengkapnya Tian Brilea Putri. Tian adalah sahabatku di Jahil Fumz juga. Dia adalah anak yang baik, lugu, dan so pasti jahilnya ada donk.

“huhh huhh, Tian tunggu, capek banget nih, please,” kataku ingin menjebak Tian untuk mendekat padaku dan membalas sakit kepalaku akibat rambutku yang disengaja di tariknya.
“Gue ngak mau, loe pasti berekting aja Din, gue itu tau loe pinter acting, ucapnya dengan jelas.
aduhh,, dia tau lagi, gimana gue mau balas dendam nih? Lirihku dalam hati.
“Please ian, capek banget nih, perut gue juga sakit, kepala gue juga , renggekku.
“Jangan bohong deh Din, bohong itu dosa, ucap Tian.
“gue ngak bohong, tolongin gue ian , dengan nada merintih.
“okeh gue tolongin, ucap Tian dengan nada tidak ikhlas.
akhirnya, ucapku dalam hati.

“awww,,, sakit Din, lepasin rambut  gue, ucap Tian merengek”.
“hahah rasain tuh, akhirnya acting gue ngak sia-sia, ucapku membanggakan diri”.
akupun langsung pergi meninggalkan Tian yang masih mengosok-gosok kepalanya yang sakkit karnaku tarik.



“Aww, aduh, kakiku kenapa ni? Sakit banget, ucapku”.
“ada apa kak? Kakinya kenapa? Perlu bantuan?, ucap Dinan”.
“Gaswat, gue lagi begini, ketemu dengan dia, malu, ucapku dalam hati”.

“Oh, ngak apa-apa kok Nan, kaki kakak hanya terkilir aja”.
“hati-hati kak, itu ngak bisa dibiarin, sini biar Dinan bawa kakak ke UKS, biar diobatin”.
“oh, ngak usah Nan, terima kasih atas tawarannya.
“Ngak apa-apa kak, nanti kaki kakak jadi bengkak da”n ngak bisa jalan, sekarang aja kaki kakak sulit untuk jalankan?”
“iya sih Nan, tapi kakak ngak enak”.
“ngak enak kenapa kak? “
“nanti ngerepotin Nan”.
“ngak kok kak, tenang aja. DInan ngak merasa direpotin kok, malahan senang bissa bantu kakak, ucap Dinan tersenyum”.

Hari ini sungguh membahagiakan untukku, aku berdua bersama orang yang kucintai. Dirangkul , diobatin, itu hal yang sangat aku tunggu. Ya Allah, terima kasih engkau telah membuat kaki saya terkilir, walaupun sakit tapi tidak apa-apa,syukurku dalam hati.

kamipun berbincang-bincang selama Dinan mengobati kakiku. Semenjak itu kami jadi tambah dekat.
Apakah Dianan tau isi hatiku? Apakah perasaannya sama denganku? Apakh aku bisa bersamanya?, pertanyaaan itu selalu mengisi hari-hariku.

“Din,loe udah tau berita baru belum?” Tanya Tian.
“Belum, memangnya berita apa?”
“Ya ampun, kamu belum tau ya?”
“apaan sih”?
“Adik yang loe suka itu pacaran dengan Pini”.
“Maksud loe Dinan dan Pini pacaran?”.
“iya.”
“ouh,, kataku dengan nada tak bersemangat dan langsung pergi meninggalkan Tian.
“Din,, Dinn,, loe mw kemana,” teriak Tian memanggilku, tapi aku tidak menghiraukannya. 

Sakit, sungguh terasa di benakku, rasa menusuk yang sungguh membuatku tak bisa melakukan apapun.
Air mata ini menetes seperti hujan yang akan deras. Perasaan yang hancur sungguh membuatku ingin sekali menampar dan melempari mereka berdua dengan lumpur. Tapi apa dayaku, Dinan bukan siapa-siapaku, aku yang menggaguminya tapi dia tak menggagumiku. Sungguh perasaan yang sia-sia.
“tokk,, tokk, tokk,, suara pintu kamarku yang diketuk.
“Din, kamu ngak makan apa? Tolong dibuka Din, kami mau masuk, “ucap Ririn yang juga salah satu personil kamar 57.
“Iya sebentar,” ucapku terisak-isak.
“Kamu kenapa Din? Apa karena berita yang barusan Tian katakan?, “Tanya Chika.
“Chik, dia sudah punya orang yang dia suka. Aku pikir dia suka padaku tapi ternyata dia ngak suka,” ucapku sambil menaggis dalam pelukan Chika.
“Sudah,, sudah, jangan dipikirin ya, Dinankan bukan siapa-siapa kamu, kamukan hanya penggemar rahasianya saja, mungkin nanti Allah akan memberikan kamu yang lebih dari dia,” jelas Chika.
“Sabar ya Chik, maafkan aku, aku ngak tau kalau kamu jadinya begini,” ucap Tian merasa bersalah.
“Ngak apa-apa kok Ian, aku seharusnya berterima kasih denganmu, kalau kamu ngak ngasih tau aku tadi, mungkin aja aku udah nembak dia dan mendapat malu yang sungguh luar biasa apalagi Pini itu yang selalu bersaing denganku dari kecil,” ucapku sambil diiringi air mata yang menetes.
“Kalau begitu, kita makan yuk nihkan udah sore,lagian kamukan belum makan dari tadi pagi,” ajak Ian.
“Iya Din, ayo donk,sahabatku satu inikan yang paling ceria, tunjukkan donk keceriaanmu,” ucap Chika sambil tersenyum.
“Okeh, lupakan Dinan,lupakan ,” ucapku sambil tersenyum.


Sungguh sang surya menampakkan pesonanya hari ini.
 “Din, loe ya yang jadi perwakilan kelas kita untuk ikut acara jadi princess SMAN 3,” seru Chika padaku setelah dia berkompromi bersama teman-teman.
“Ogah gue, titik , ketusku.
“Please Din, kan loe yang bisa, ayolah Din, bujuk Chika.
“Gue ngak mau Chik,
“Please Din, loe ngak kasian apa sama teman-teman yang lain, mereka semua  mengharapkan kamu.
“Tapi Chik, gue ngak bisa, loe tau sendirikan gue baru habis sakit hati.
“Tapikan Din, kalau aja nanti loe bisa ketemu penggatinya Dinan disana. Ayolah Din. Please,,
“Ehmm,,, Okeh, gue mau, tapi loe nanti teraktir gue makan pizza and es mangga. DEAL, tanyaku”.
“DEAL, sahut Chika penuh kegembiraan”.


Saat Lomba, digedung Serbaguna pukul 10.00 WIB.

“Din, semangat ya, ucap Chika.
“Iya Chik, gue semangat hanya untuk loe, ketusku.
“Kok loe ketus banget sih Din, senyum donk. Biar manisnya kelihatan, ucap Chika.
“Iya Chik, gue semangat.

“Baiklah anank-anak sekalian, kita hari ini mengadakan pemilihan Princess and Prince SMAN 3, ucap pak Tono guru kesenian itu”.
“Hore,, ,,,,,,,,,,,, teriakkan siswa-siswa SMAN 3 menggelegarkan gedung itu”.

Baiklah segera kita saksikan Princess SMAN 3, teriak pak tono.
Yang pertama :
1. Tanti Kurianti dari kelas XI IPA 2                                            1. Harry Tartonio dari kelas X.4
2.Putri Blengkis Tringki darti kelas  x.4                                     2. Yayan Wrinlaters dari kelas XI IPS 1
3.Wiwin Strangkles dari kelas X.2                                              3. Rio Orion Deliontrik dari kelas XI IPS 2
4.Sintia Nanik kitena dari kelas XI IPS 2                                   4. Delon Kazuya dari kelas X.2
5. Trianti Jonlian dari kelas XI IPA 1                                           5. Yuan Pratama dari kelas  X.1
6. Sari Rosiani Yolanda dari kelas X.3        `                               6. Wahyu dwi kosto XI IPA 1
7. Andin Prinkle Taries dari kelas XI IPS 1                                                7. Dinan Yusuf  X.3
8.Lala Lupionna dari kelas X.1                                                      8. Rizal Waryono XI IPA 3
9. Sasi Watson Krible dari kelas XI IPA 3                                  9. Satria Nawton XI IPA 2
10. Priskia Naitatum dari kelas X.5                                             10. Willy Rizky Nathan X.5

Inilah nama-nama Princess kita tahun ini. Bagi yang ingin mendukung mereka segera kirim SMS sebanyak-banyaknya. Dengan cara  Ketik nama yang kamu pilih  spasi  perwakilan dari kelas berapa lalu  kirim ke 5757 sekarang juga, pengiriman di tutup pukul 12.00 siang ini, ucap pak tono yang juga sekaligus Mc itu.



Waktu terus berlangsung seiring lomba, hatipun sungguh berdetak sungguh kencang. Penggumuman yang akan diucapkan terasa ingin membunuh angin.

“Yahh,, inilah saat yang paling kita tunggu yaitu Grand Final. Pasangan yang pertama kita adalah Sasi Watson Krible dan Willy Rizky Nathan dan yang kedua adalah Putri Blengkis Tringki dan Satria Nawton  pasangan kita yang terakhir adalah Andin Prinkles Taries dan Dinan Yusuf, kepada semua pasangan segera ke atas panggung dengan pasangannya masing-masing, ucap pak Tono.”

“Din, din,, selamat ya, kamu pasangan sama DInan, ucap Chika bahagia.”
“Din, kamu kenapa, ucap Chika lanjut”.
“Ngak apa-apa kok Chik, aku hanya terkejut aja. Kok bisa ya?, tanyaku binggung.
Jodoh mungkin, Ucap Chika”.

Dinanpun pergi menuju ke kursi tempayku duduk, dia memperlakukanku seperti seorang putri yang sedang dilamar oleh seorang pangeran yang sangat diimpikannya.

“Kak Andin Prinkles Taries, maukah kakak pergi bersamaku menuju ke panggung, ucap Dinan”.
“Din, ayolah, katakan loe mau, saran Chika”.
“Din, ayolah, bujuk Tian”.
“Maaf ya Din, kakak ngak mau, lebih baik kita pergi sendiri-sendiri saja, maaf ya, ucapku dengan tegas walaupun dalam hati ingin sekali”.
“Oh, okeh kak, ngak apa-apa kok kak, ucap Dinan”.

Selama berjalan aku sungguh menyesal dengan perbuatanku. Aku begitu kesal karna dia telah punya pacar. Aku seharusnya memang tidak berhak  untuk marah kepadanya, tapi untuk menjauhi fitnah lebih baik aku melakukan hal seperti itu walaupun menyakitkan.

Baiklah, pemenang pasangan paling cocok dan romantic yang ketiga atas nama  Sasi Watson Krible dan Willy Rizky Nathan dan yang kedua atas nama Putri Blengkis Tringki dan Satria Nawton dan yang paling kita tunggu-tunggu pemenag yang pertama tentunya Andin Prinkles Taries dan Dinan Yusuf, ucap pak Tono. “Baiklah kepada saudara Dinan, apakah ada yang mau disampaikan, Tanya pak Tono”.
“Oh baiklah pak, saya hanya ingin mengungkapkan sesuatu yang sudah dari dulu tersimpn dihati saya.
Dia adalah seseorang yang membuat hati saya tidak bisa berpaling selama setahun ini. Hari-hariku lewati dengan mengingat mukanya yang tersenyum padaku sewaktu naik bebek-bebekan berdua. Aku sungguh menyayanginya, sungguh aku tak mencintai orang lain selain dia. Orang itu adalah Kak Andin Prinkles Taries”.
“Kak, Dinan sejak pertama sudah menyukai kakak, tapi maaf Dinan baru bisa mengungkapkannya sekarang, Dinan sungguh mencintai Kakak. Apakah kakak perasaan kakak juga sama? Tanya Dinan”.

“Din, cepatan jawabnya, jangan lama-lama, loe juga sukakan dengan dia, ucap Chika”.
“Din, loe kenapa? Din bangun, kata Tian”. Praaakkkkk, terdengar suara tepisan.
“Awww,, sakit, gila loe Chik, sakit banget nieh,ucapku dengan nada tinggi”.
“Loe juga sih, gue panggil dari tadi ngak sadar-sadar juga, apa boleh buat, ucap Chika santai”.
“Ya, piker-pikir dulu donk, sakit tau, ucapku kesal.”
“Jadi gimana kak?, tanya Dinan”.
“Gimana apanya Din? Tanya Andin bingung”.
“Kakak, ngak dengar Dinan tadi ngomong?
“Ngak, kakak tadi pake headset, emangnya kamu ngomong apa?
“Okeh, dengerin baik-baik ya kak, KAK ANDIN I LOVE YOU SO MUCH ,teriak Dinan.


Aku terpaku tanpa mengucapkan satu katapun, aku merasa membeku dalam waktu yang sangat singkat,.

aku merasa ingin menanggis karna bahagia dan kesal, mengapa sih Dinan ngak ngungkapkannya dari dulu. Tapi ya sudahlah, Dinankan udah menggungkapkan semuanya, ucapku dalam hati.
Kak, gimana? Kakak mau ngak jadi pacar Dinan dan tentang gossip yang beredar bahwa Dinan sudah punya pacar, itu semua bohong kok kak? Ucap Dinan.

“Ehmm,, Maaf Nan, sudah ada yang mengisi hati kakak, ucapku”.
Dinanpun tertegun dan berkata, “oh, begitu kak, sudah ada ya, ucapnya kecewa dan melangkah pergi menuruni anak tangga panggung.
“Nan, tunggu, yang mengisi hati kakak itu adalah kamu, ucapku bahagia.
Dinanpun berbalik dan berlari menuju Andin.
“Benaran kak? Berarti kakak mau donk jadi pacarku?
“Iy Nan,
“Makasih kak,akhirnya perjuangan Dinan selama ini ngak percuma. Makasih ya kak,
Iya sama-sama Nan,ucapku penuh dengan keceriaan.”


,






0 komentar on "Cerpen Cinta :("

Poskan Komentar

 

tinta Ms.An,, Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Ugg Boots Sale | web hosting